MENGUKIR PRESTASI UNTUK AYAH DAN IBU
Posted in Life is too short on June 28, 2006 by rileSudah hampir tiga tahun aku hidup di Surabaya, hidup untuk menuntut ilmu, hidup untuk sebuah perjuangan, hidup untuk menyambung hidup, hidup untuk mencari jati diri dan hidup untuk sebuah kahidupan yang kekal. Dari waktu ke waktu, dari aktivitas yang satu ke aktivitas yang lain telah banyak aku jalani. Mencoba mencari dan mencari kecocokkan pribadi dengan sebuah aktivitas. Akademis, organisasi mahasiswa, Aktivis Dakwah Kampus dan lembaga ekstra kampus telah aku jajaki. Namun aku merasa belum satu kalipun selama di tanah biru ini aku memberikan kebanggaan pada Ayah dan Ibu. Belum satu kalipun aku memberikan kepuasan atas prestasi-prestasiku.
Kini berbagai masalah mendera pada diriku, masalah pribadi, masalah keluarga dan masalah-masalah yang lain. Persiapan maisyah, pekerjaan, dan kesiapan mental sedikit membuatku canggung. Ibu dan Ayah yang saling diam membuat hatiku serasa teriris, lebih-lebih jika diiringi isak tangis Ibu tercinta, membuat hatiku serasa hancur di padang gersang yang kering. Tanggungjawab-tanggungjawab yang seharusnya kutunaikan dengan penuh tanggungjawab dan kejujuran, ternyata masih banyak yang terlalaikan. hmp………
Namun, bukan saatnya untuk mengeluh, bukan saatnya untuk menunda-nunda lagi. Sekaranglah saatnya untuk membuktikan bahwa aku adalah seorang muslim, seorang muslim yang mempunyai Allah sebagai penolong, seorang muslim yang tidak akan menyerah pada ke fana an dunia. Sudah saatnya memberikan prestasi yang membanggakan kedua orang tua, sudah saatnya mempersiapkan maisyah dan kafaah yang lebih untuk masa depan dan sudah saatnya mempersiapkan bekal untuk mencapai surga-Nya, tempat dimana tidak ada lagi keresahan dan kesedihan.

