Sebetulnya sudah sejak lama saya penasaran dengan apa yang namanya sunni dan syiah, ditambah lagi setelah membaca semuah tulisan di milist dan berita-berita semakin membuat saya penasaran tentang hal ini. Berikut ini sebuah kutipan tentang perbedaan keduanya yang diambil dari situs http://www.albayyinat.net/jwb5ta.html, dalam tulisan di bawah ini sunni disamakan dengan istilah ahlisunnah wal jamaah.
Apa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah
Itsna Asyariyah ?
Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.
Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan ?.
Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dan tidak ikut berkiprah.
Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.
Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahami persoalan yang sebenarnya.
Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzahab Syafi’i.
Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalah Furu’iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furuu’ juga dalam Ushuul.
Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah).
Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.
Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.
Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).
1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a) Syahadatain
b) As-Sholah
c) As-Shoum
d) Az-Zakah
e) Al-Haj
Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
a) As-Sholah
b) As-Shoum
c) Az-Zakah
d) Al-Haj
e) Al wilayah
2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :
a) Iman kepada Allah
b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
d) Iman kepada Rasul Nya
e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
a) At-Tauhid
b) An Nubuwwah
c) Al Imamah
d) Al Adlu
e) Al Ma’ad
3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat
Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.
4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.
5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) Ali Radhiallahu anhum
Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).
6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.
Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.
Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’’hum, seperti para Nabi.
7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.
Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.
8. Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.
Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.
9. Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) An Nasa’i
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).
Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :
a) Al Kaafi
b) Al Istibshor
c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).
10. Ahlussunnah : Al-Qur’an tetap orisinil
Syiah : Al-Qur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).
11. Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.
12. Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.
Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.
Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
Keterangan : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.
13. Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.
14. Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci.
Syiah : Khamer/ arak suci.
15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.
Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.
16. Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.
Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.
(jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).
17. Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.
Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.
(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).
18. Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.
Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.
19. Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.
Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.
(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).
Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sengaja kami nukil sedikit saja, sebab apabila kami nukil
seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.
Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).
Masihkah mereka akan dipertahankan sebaga Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).
Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).
Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).
Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.
Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.
Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menangani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di negara kita.
Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Amin.
Filed under: Al Islam
wah, menakutkan pek! infonya
Maaf nih.. salam kenal aja
Mas mbak udah pernah denger http://www.mediamuslim.info ??
jika belum, yuk kunjungi http://www.mediamuslim.info sekarang juga….
ooh ya… silahkan kalau berkenan menambahkan link tersebut pada situs ini ( http://www.mediamuslim.info dan lainnya ). Terima Kasih Banyak. semoga kami menjadi referensi yang menyenangkan bagi anda
hehehe…sejak kapan ya munculnya?kayaknya banyak agama2 palsu yang mucul ahir2 ini dengan ciri2 yang tidak jauh beda dengan yang di atas. intinya ingin merusak citra Islam.
iya, artikel diatas adalah salah satu contoh dari sekian banyak kesesatan yang di buat oleh manusia. Bagi diri kita sendiri sebaiknya juga sering-sering bermuhasabah, apakah kita termasuk dari salah satu dari orang yang tersesat itu, meskipun kesesatan kecil. Dan juga setiap perbuatan itu haruslah di ketahui dasarnya, jadi harus berilmu.
yang lebih sesat lagi adalah orang2 yang menanamkan permusuhan dan kebencian terhadap orang atau golongan lain, apalagi jika hanya didasarkan pada informasi yang simpang siur
betul sekali mas
ehm.. eh.situ punya forum mailing list ngak tuk masalah religi2 kayak gitu:
banyak, mulai yang kiri kanan … ada semua. Ada yang basisnya IT juga>? mau yang mana?
jazakallah atas infonya. jadi tau bedanya antara syiah n suni.
Waiyakum
tidak benar tuh, kalo mengikuti nafsu ya seperti tulisan diatas, tapi kalo mengikuti wahyu ya tidak seperti itu, bukankan kami syiah masih banyak sekali persamaanya. saya takut antum semua sudah termakan propaganda yahudi, untuk memecah belah islam. ane juga takut kalo info2 antum dibesar-besar dan ditambah-tambah oleh nafsu. bukankah yang menyebabkan perpecahan islam karena masalah politik dan kekuasaan. sadar saja. tujuan kita sama yaitu Allah.
syukron
orang syiah agar cepat tobat, ajaranmu tak masuk akal. jadi tobat aja. masa mencaci maki sahabat yang sudah mati ratusan yl adalah ibadat. Yang bener aja. Caci maki teman yg sudah mati aja, dilarang.
afwan, iya akh fahmi. Postingan saya diatas memang kurang lengkap, ternyata kalo cuma posting artikel di atas saja kurang cukup. Benar juga kata antum, saya sendiri kemarin waktu ngaji juga di nasehati hal serupa dengan apa yang antum sampaikan. Jazakumullah khoir
apa yang ditulis oleh website “albayyinat” tidak sepenuhnya benar. Dari diskusi, baca buku dan pergaulan dengan orang2 Syiah dari th 1996 sampai sekarang, ajaran pokok mereka tidak ada yang “aneh”. Benar bahwa dari segi Ushul mereka berbeda dengan Sunni, seperti :
1.Tauhid. Bagi Sunni Iman kepada Allah ada kecenderungan faham Jabariyyah. Sedangkan Syiah tidak Jabariyyah dan tidak Qadariyyah. Bagi mayoritas Sunni terutama Wahabi, Wahabi, untuk membuktikan adanya Allah harus mengambil dalil naqli. Sedangkan Syiah harus semata-mata dengan dalil aqli.
2. Nubuwwah. Bagi Sunni Nabi Muhammad bisa berbuat salah. Tapi Syiah menganggap Nabi adalah maksum mutlak. Alasan Syiah, bagaimana mungkin AlQuran yang suci dipadankan dengan manusia yang sering salah/tidak suci. Ini mustahil.
3. Imamah. Bagi Sunni Imam/Khalifah sepeninggal Nabi hanyalah jabatan keduniaan. Sedangkan bagi Syiah Imam/Khalifah adalah jabatan baik dunia maupun spiritual, sehingga harus maksum. Oleh karena itu masalah Imamah oleh Syiah dimasukkan dalam rukun Iman, sebaliknya Sunni memasukkannya hanya sebagai furu’, karena siapapun boleh menjadi penguasa, hatta orang zalim sekalipun.
Namun di segi yang lain seperti Syahadat dan Quran sama saja dengan Sunni. Kalaupun ada tambahan dalam syahadat, itu adalah tambahan dalam syahadat dalam azan, sebegaimana juga tambahan dalam azan subuh Sunni. Dalam syahadat shalat sama saja. Boleh cek dalam buku pelajaran salat mereka.
Kalau ada yang mengatakan Qurannya berbeda dan ada tahrif, itu tidak benar, karena kami telah menyelidiki sekian lama.
Jadi anda jangan dulu percaya “albayyinat”, tapi cek dulu umpamanya ke situs Telaga Himah.org dan link situsnya atau bacalah buku2 karangan ulama2 Syiah.
Saya setuju bahwa kita jangan gampang mengkafirkan mazhab lain khususnya Syiah, karena kalau kita mau teliti sejarah pembentukan Sunnah wal Jamaah, kita mungkin akan kaget bahwa yang berada dibalik itu adalah Muawiyah sang musuh besar Nabi dan keluarga Nabi. Perlu diketahu juga bahwa kitab hadis seperti Sahih Bukhari. Muslim, Tirmidzi dll baru terkodifikasi setelah melalui penelitian dan seleksi, pada tahun 300 hijriyah, karena sejak Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman dan Muawiyah hadis2 Nabi dimusnahkan. Sejak ttegaknya Daulah Bani Umayyah sampai Bani Abbasiyah maka yang beredar adalah hadis2 palsu pesanan para penguasa zalim.
Dari sejarahnya saja kalau mau meneliti banyak keanehan. Apalagi kalau mau meneliti kitab hadis Bukhori dan Muslim umpamanya. Di situ Nabi digambarkan seperrti pribadi yang tidak jauh berbeda dengan manusia biasa.
Jadi lebih baik muhasabahlah, ketimbang menuduh kelompok lain kafir/sesat. Yang jelas mereka lebih berani menentang Amerika dan Zionis ketimbang kita. Mereka lebih mandiri ketimbang kita (sudah lama diboikot total oleh Amerika dan Eropa).
T. Mulya
saya belum berani melanjutkan diskusi ini, yang jelas dalam diskusi2 di kampus. Banyak sekali yang menasehati agar berhati2 terhadap syiah.
Dan saya sendiri, tetap menghormati mereka. Salah satu personel di Lab saya juga ada orang syiah dari Iran, S2.
Mohon maaf, jika postingan saya membuat gaduh
Peace
salam kenal. kami tunggu saran dan kritik terhadap Maskapai Baru ini
Pantas jika banyak orang syiah yang kebakaran jenggot, habis dibongkar kesesatannya (syiah) oleh Albayyinat. Rasain lu t.Mulya.
Memang banyak orang islam yang tertipu masuk syiah. Sebab tidak menguasai ajaran syiah yang sebenarnya, contohnya T.Mulya.
asss….
sorry nech..
bwat antum yg punya info perbedaan suni ma syiah tolong kirim ke email aku donk..
nich..emailnya
Qory_Alfiah@smun2-tsm.sch.id
yach..
please..bantuin bwt tugas.. nech….
link video yang bisa anda liat tentang syiah
perilaku syiah di iraq
http://www.youtube.com/watch?v=Z5EIGpWwtSU
tokoh syiah dan teman2nya
http://www.youtube.com/watch?v=US2bCk2EIcU&mode=related&search=
akhlaq syiah terhadap muslimah iraq
http://www.youtube.com/watch?v=F_-Zg4ndgXE
sumary tentang syiah
http://www.youtube.com/watch?v=enjS061SChU&NR
klo mau tau perbedaan sunni -syiah liat link2 dibawah ini
http://www.hakekat.com
http://www.syiah.blogspot.com
http://www.rafidhah.wordpress.com
sebenarnya sih yang harus kita khawatirkan adalah paham wahabi yg sudah beraanak pinak di negeri kita.
tuk mas rile said, agama kita mewajibkan kita tuk berpikir objective jangan sampai terkena fitnah murahan yang akan mengakibatkan perpecahan.
sy banyak jumpai situs2 yang anti syi’ah dan semuanya melontarkan isu-isu lama seperti mas rile muat. sy berharap mas rile mau membaca buku-buku syi’ah tuk dijadikan pembanding atas isu diatas, apakah benar atau tidaknya.dan berharap pula anda tidak memusuhi buku2 syi’ah yang belum anda baca. sebagai seorang insan civitas akademik, akal harus didahulukan dibanding emosi/sentimen murahan bukan?
selamat tuk menggali ilmu mas…
sukron buat mas oyom, lain kali saya coba menggali lebih dalam. Soalnya selama ini taunya yang buruk buruk tentang syiah ini. Maaf
Ikutan Ah…. yang menakutkan itu WAHABI SALAFY/I mendaku ahlu sunnah wal juammaah mempoles wajah islam jadi garang dan tidak bersahabat menyebarkan isu-isu perpecahan atas kaum muslimin . Kita yang nahdliyin aja geregetan kok sama mazhab WAHABI SALAFy/I ini.
jazakumulloh
buat t. mulya insya alloh antum dapet hidayah dari alloh s.w.t jelas syiah banyak bohong masih aja banyak di percaya klo antum bilang alquran msh sama ama sunni kenapa antum ga coba liat surat at taubah ayat 100,an nissa , trus masih banyak lg yg menerangkan tentang sahabat, neh antum malah ngejelekin sahabat sadar mas klo ga bs juga yah liat nanti aja deh d akhir jaman, buat mas wawan ga ada yg pengen mecah belah islam 2 makanya antum ngaji jgn cuma punya agama yg turun temurun dr nenek moyang dulu yg jelas banyak ngikutin budaya hindu apalagi pake maulidan sekarang ana tanya apa bedanya maulid ama natal …? sama 2 ngerayain kelahiran nabi..klo pun ada contoh dr rosul pasti sahabat udah ngerayain duluan..jd sekali lg klo cari ilmu jgn ama tetangga doank..antum jwb ke email ana ade_rahmat82@yahoo.co.id
Alhamdulillah..
Atas artikel diatas.
Sudah sekitar sepuluh tahun terakhir ini saya bergaul dengan orang-orang Syi’ah, ternyata apa yang di katakan oleh Habib Ahmad bin Zein al-Kaff benar belaka.
Saya termasuk orang yang suka baca, dari buku-buku Syiah yang saya baca, rata-rata berisi tuduhan-tuduhan keji terhadap para sahabat Nabi ra.
Dan yang sangat berbahaya adalah cara mereka membuat sebuah logika penulisan dan analisa dengan melakukan distorsi sejarah, pemalsuan dsb.
Bagi ikhwan dan akhwat yang ingin mendownload buku-buku perbandingan antara Syiah dan Sunni bisa klik http://www.aroelsari.multiply.com/
Di blog saya tersebut ada link yang akan menghubungkan saudara, namun yang perlu dicatat, buku-buku tersebut menggunakan Bahasa Arab (Bahasa resmi Islam)
Orang-orang Syiah di tempat saya sering membuat fitnah, mengadu domba, membuat berita bohong dsb (bahkan mereka sering membuat fitnah keji terhadap ulama besar yang merupakan Guru Saya (KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani / Guru Ijai).
Beberapa waktu silam seorang tokoh Syiah (ingat ini perilaku tokoh Syiah) di daerah saya minjam printer untuk sebuah keperluan, sampai waktu yang lama printer tersebut tidak ia kembalikan sampai akhirnya saya mengambil dengan paksa, namun ternyata printer tsb dalam keadaan rusak. Jangankan diperbaiki, minta maaf saja tidak. Tokoh tersebut juga sering berbuat demikian dengan harta orang-orang selain saya.
Tahu kenapa? Karena dalam ajaran Syiah, orang yang tidak mengakui Imam Ali sebagai Imam pertama adalah Nawashib, yang halal harta dan darahnya.
Saat ini mereka di Indonesia melakukan Taqiyyah (bersembunyi) karena minoritas, tapi tunggu saja bila mereka menjadi mayoritas, pasti mereka akan menunjukkan ajaran yang sebenarnya.
Jangan heran bila anda yang bukan Syiah akan mereka bunuh dan harta anda akan mereka rampas!!!!!
Lihat bagaimana nasib kaum Sunni di Iran dan Irak sekarang..!!!!
Ingat darah dan harta kita dianggap halal oleh mereka untuk di kuasai dan ditumpahkan…!!!
Bagi yang penasaran silahkan hubungi saya lewat e-mail, nanti akan saya kirimkan fatwa-fatwa Ulama Syi’ah tsb.
jangan mengadu domba lah.. aku melihat sebagai orang yang tidak terlalu dalam agamanya.. melihat tidak ada yang terlalu signifincant dengan syiah… sekarang jujur aja… masyarakat mana yang paling berani menentang imperialisme amerika dan eropa kalo bukan mereka?? ente2 sendiri yang katanya sunni itu benar pernah menegakkan ajaran islam seperti mereka??? paling kalian sembunyi di balik rok istri kalian masing2… jadi jangan pernah mendiskreditkan suatu golongan dan menganggapnya sesaat sebelum semuanya itu jelass… Jujur aku bukan orang Syiah dan Bukan Sunni.. aku hanya penganut islam yang di ajarkan orang tua aku.. terlepas aku tau itu apakah sunni atau syiah… bales ke email aku aja…
Makanya kalo mengaku muslim jangan ikut-ikutan, pelajari….!!!
Orang-orang yang ilmu keislamannya masih minim memang mudah terpengaruh dengan penampilan Syi’ah yang seolah-olah tampak wah.. tampak berani menantang Amerika de el el..
Kasihan….
hebet hebat komentar ustad2 ini, Amerika cuma bisa tertawa…..
allahumma salli ala muhammad wa ali muhammad..
saya mungkin orang bodoh soal berargumen tapi itu semua semata kecintaan saya terhadap rasulullah dan ahlu baitnya.
saya gak heran lagi kalo kaum sunni itu selalu menutupi kebohongan dng berbagai dalih, itu dikarnakan telah terjadi menjelang wafatnya rasulullah. bahkan sebaliknya saya heran knapa sahabat yg jelas2 telah ingkar kepada rasulullah dianggap baik dan bahkan mengagung2kannya.apakah pantas seorang sahabat lebih mementingkan ambisi menjadi khalifah dr pada menyemayamkan jenazah rasul? pantaskah kelakuan seperti itu dibilang sahabat?, dimana rasa cinta kaum sunni terhadap ahlul bait rasullullah,yg tidak pernah mengenang tragedi pembantai karbala. knapa kaum sunni suka mencari kemenangan dr pada kebenaran? bahkan ada banyak lagi kejanggalan tentang sunni yg tertutupi.
sebegitu kejikah cara kaum sunni memandang syiah? andai saja kaum sunni tidak mengunci mati akal dan mau mencari kebenaran bukan kemenangan mungkin mereka sunni tidak akan membuat argumen seperti yg diatas.
saya dulunya orang sunni,begitu jelas dan nyata saya merasa berdosa karna tidak tau banyak kebohongan yg disembunyikan oleh sunni, tapi alhamdulillah allah memberikan berkah buat saya dengan mengenalkan saya kepada syiah.
kenapa kaum sunni terlalu berlebihan dalam memandang syiah, padahal jauh lebih mulia jika mereka (sunni) mencaci dan melawan amerika & israel ketimbang mencaci orang syiah yg jelas dan nyata menyembah allah dan mencitai rasullullah beserta ahlul baitnya.
semoga allah senantiasa memberikan kepada kami (syiah) kekuatan dan ketabahan untuk terus meneruskan cita2 rasulullah dan ahlul baitnya dan semoga seluruh kaum muslimin bangkit dari keterpurukan.
mohon petunjuk jika saya khilaf dan salah dalam berargumen
semakin banyak hal-hal negativ yg dilontarkan oleh sunni kepada syi’ah semakin besar kecintaa ana kepada syi’ah. trimakasih kepada kalian (sunni) yg telah memandang kami (syi’ah) sebagai sesat.
Maaf, bukan kita yang mengatakanhal yang negativ tapi FAKTA…
Kenali dulu, baru dicintai….
Buat saudara fadz: sudah baca kitab al-Kafi belum
Itu kitab pegangan Syi’ah… Kalau belum, jangan ngomongmencintai Syi’ah lah…
Entar diketawain anak TK…..
Buat “aceh”: Baca sejarah jangan hanya satu versi dong…
Jangan hanya yang beroreintasi Syi’ah….
Apa benar para sahabat Nabi itu lebih mementingkan duniawi ketimbang ukhrawi?
Apa benar mereka haus kekuasaan seperti yang dituduhkan Syi’ah?
Buat fadz: Mana yang lebih utama: mencela Syi’ah atau mencela Sahabat nabi?
Perbanyak baca dan belajar……
Jangan lupa minta petunjuk Allah mana sebenarnya yang benar… (Kalau bisa minta bertemu baginda Nabi secara Yaqzhatan atau Manaaaman biar bisa musyawarah dengan beliau).
Salam
kayaknya si abu zein ini yakin masuk surga ya? memang udah pernah ksana en ketemu nabi?
he..he..he.., sungguh omongan abu zein penuh dng nafsu kemenanganan dan itu emang udah tabi’atnya orang2 sunni.
jangan mengatakan soal fakta, karna anda dan kaum anda (sunni) lebih banyak menutupi fakta. jika benar sahabat setia kepada rasulullah,dimana mereka saat rasulullah disemayamkan? adalah fakta mereka sibuk dng ambisi kekhalifahan,dng alasan umat dlam keadaan bingung.ok,kalo mereka (sahabat) telah berbuat khilaf, tapi ketahuilah, kekhilafan itu telah membuat masalah besar dikalngan umat. anda mengatakan “jng baca sejarah cuma satu versi” justru andalah yg telah membaca sejarah satu versi saja, kenapa? karna jika anda mengetahui banyak sejarah mungkin argumen anda tidaklah seperti yg di atas, anda pasti akan menemukan banyak kebenaran.hati-hatilah dng argumen anda dgn tuduhan tidak beralasan.. dan pergunakan akal anda karna itu yg membedakan kita dng binatang, jng cuma membeo..
anda mengatakan “mana lebih utama mencela syiah ato sahabat”? bukankah itu suatu sikap arogan anda.sahabat adalah orang2 yg senatiasa bersama rasulullah saat ia hidup dan mengikuti ajaran rasulullah, sedangkan syiah adalah orang2 yg mencintai dan mengikuti rasulullah, yg kedua-duanya tidak jauh berbeda. apakah suatu kemulian bagi anda dan sunni jika mencela syiah,yg jelas mengikuti ajaran rasulullah? sedangkal itukah pengetahuan anda? namun saya maklum karna anda karna itu bagian dari terkunci matinya akal anda dan tertutupnya hati anda akan kebenaran.
andai allah mempertemukan saya dng rasulullah sekalipun dalam mimpi saya tidak akan bermusyawarah sesuai permintaan bodoh anda namun kalau bisa saya akan minta untuk bisa ikut kemanapun rasulullah pergi karna itu cita2 saya sekalipun cuma khayalan.
bukalah hati dan pikiran anda agar terlepas dari kebusukan dan kehinaan.
semoga allah swt mempersatukan seluruh umat muslim,amin
jng diladeni si abu zein, mata dan hatinya telah ditutupi oleh benih kebencian. namanya aja yg bagus tapi akhlaknya brobok banget..
buat yg laen, gak usah suka mencela, perbaiki diri sendiri dulu baru perbaiki orang..
utamakan persatuan umat n kalo mau perang, tu..lawan amerika sama israel yg jelas dan nyata musuhnya islam…
abu zein.. cobalah berpola pikir sebagai orang dewasa… Fakta apa yang anda kasih dalam forum ini… aneeehh…
aku mau tanya kepada Saudara yang beraliran Sunni.. Kalo Seandainya Amerika dan sekutunya menyerang Iran.. anda akan berpihak kepada siapa kalo di haruskan memilih salah satu??
kalau amerika menyerang Sunni di irak, Syi’ah juga ikutan menyerang sunni… fakta lho…
di Iran sono ga diizinkan didirikan mesjid buat Sunni, but kalo mo bangun gereja boleh-boleh aja….
Ah Syi’ah…. taqiyyah aza deh (Taqiyyah itu munafiq apa ga??)
Terserah antum lah mo menghina ane.. ga papa kok Ane rela hehehehe
asal jangan merasa lebih hebat dari Sayyidina Abu Bakr dan Sayyidina Umar Radiyallahu anhuma aza….
Yuk kita maen referensi……
Gimana kalo teman atao sodara anda mengatakan sesuatu yang laen dengan hatinya… berkata A tapi hatinya B????
itulah Taqiyyah yang merupakan pokok keimanan orang-orang Syi’ah….
hayoooo siapa yang rela kalo anak gadisnya atau ibunya atau adiknya di kawin kontrak (mut’ah) sama orang syi’ah….
Awas kena Aids….
senjata orang-orang syi’ah yang teramat sangat sering Ane dengar “jaga persatuan…!!!” Sayangnya mereka malah menikam dari belakang (berdasarkan pengalaman pribadi bergaul puluhan tahun dengan orang-orang syi’ah.
Ana belajar Syiah dengan orang-orang syi’ah langsung…. ikutan acara mereka seperti Asyura dll hingga tahu kalo kebanyakan mereka bersifat Taqiyyah (munafiq)
Tidak ada satu pun riwayat yang dimiliki Syi’ah kecuali mesti
terdapat riwayat yang bertentangan dengan itu. Tidak ada Hadits
kecuali ada Hadits lain yang berlawanan. Hal ini dijelaskan oleh
syekh kelompok mereka, Abu Ja’far Muhammad bin
Al-Hasan Ath-Thusi, dalam pendahuluan bukunya Tahdzibu ‘l-Ahkam,
yaitu salah satu dari buku mereka yang empat,
“Pujian bagi Allah, Pemimpin Kebenaran dan Yang Berhak Atas
Kebenaran, serta shalawat dan salam atas makhlukNya yang terbaik,
Muhammad, serta keluarga beliau. Beberapa orang teman
mengingatkanku, semoga Allah mengutuki orang yang memaksakan haknya
atas kita, dengan hadits-hadits dari para ulama kita (ashhabuna),
semoga Allah mendudkung mereka dan merahmati para salaf, tentang
perbedaan, perlainan, peniadaan dan pertentangan yang terjadi hingga
HAMPIR TIDAK DAPAT DITEMUKAN SATU HADITS YANG TIDAK BERLAWANAN
DENGAN HADITS LAIN, dan TIDAK SELAMAT HADITS KECUALI ADA HADITS
SERUPA YANG MEMBATALKANNYA, sehingga hal itu bagi orang yang melaini
kita menjadi senjata utama dalam menyerang mazhab kita….”
Seorang Syi’ah Itsna ‘Asyariyyah, As-Sayyid Daldal ‘Ali Al-Lucknowi,
menyatakan dalam Asasu ‘l-Ushul [hal. 51, terbitan Lucknow,
India], “Hadits-hadits yang berasal dari para imam ini amat beragam.
Hampir tidak dapat dijumpai satu hadits
melainkan ada lagi hadits lain yang menafikannya dan hampir tidak
terdapat kesepakatan riwayat kecuali terhadap riwayat itu ada
riwayat lain yang berlawanan hingga yang demikian itu mejadikan
sebagian orang yang lemah berpaling dari keyakinan yang benar…”
As-Sayyid Hasyim, salah seorang ulama mereka, yang terkenal dengan
nama Al-Husaini dalam bukunya Al-Mawdhu’at Fi ‘l-Atsar Wa ‘l-Akhbar
[hal. 165, 253, cetakan pertama, 1973], “Pembuat kisah Syi’ah sama
seperti apa yang dibuat oleh musuh-musuh para imam juga banyak
sekali membuat-buat kisah jenis ini
terhadap para imam yang mendapat petunjuk, orang shaleh dan orang
bertaqwa.” Ia juga mengatakan, “Setelah mengikuti hadits-hadits yang
tersebar di buku-buku kumpulan hadits seperti Al-Kafi, Al-Wafi, dan
lain-lain, kita menemukan bahwa
orang-orang ekstrimis dan dengki terhadap para imam yang mendapat
petunjuk tidak meninggalkan satu bab pun tanpa dimasuki untuk
merusak hadits-hadits para imam dan mencemarkan nama baik mereka…”
As-Sabiqunal Awwalun (ASA) Edisi V Th.II/1411 H.
Mahasiswi semester VII sebuah perguruan tinggi yang mengaku jurusan Sospol
di Bandung, mengeluhkan rasa pedih pada bagian alat vitalnya, kemudian
memeriksakannya kepada salah seorang Dokter Penyakit Kulit dan Kelamin
bernama Dokter Hanung. Wanita asal Pekalongan yang tinggal di Bandung di
sebuah rumah kos “Wisma Fathimah” Jl. Alex Kwilarang 63 itu telah dua kali
memeriksakan penyakit yang dideritanya kepada dokter tersebut yang pada
akhir kalinya ia tercengang mendengar keterangan dokter bahwa sesuai hasil
penelitian laboratorium, semua menyokong diagnosis bahwa penyakit yang
diderita wanita yang katanya sering mengikuti pengajian Jalaluddin Rahmat di
Bandung itu menderita penyakit yang disebabkan karena terlalu sering
berganti-ganti pasangan dalam berhubungan badan, atau yang lazim disebut
penyakit yang diderita para pelacur. Mendengar keterangan dokter bahwa
penyakit yang dideritanya adalah penyakit kotor yang memalukan dan
mematikan, maka Mahasiswi yang berjilbab biru dan bercadar itu terkejut dan
berteriak sambil berkata: “Tidak mungkin.” (Halaman 44 s.d 47 berjudul :
PASIEN TERAKHIR).
Inilah salah satu contoh akibat buruk dari kawin mut’ah yang telah
mencemarkan citra wanita Muslimah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
REPUBLIKA, Selasa 26 Juli 1994 hal. 16
Iran merupakan negara basis dan produk Syi’ah. Negara dengan luas wilayah
1.648.000 Km2 dan jumlah penduduk 64.625.455 jiwa 98% memeluk agama Islam
Syi’ah tersebut dipimpin oleh Rafsanjani, dia dipusingkan dengan lahirnya
250.000 bayi tanpa bapak akibat Kawin Mut’ah atau kawin kontrak.
Iran merupakan negara Islam yang bebas dari segala bentuk pelacuran. Prianya
berjubah, sementara wanita berjilbab dan bercadar. Namun yang mengagetkan
adalah negara tersebut adalah termasuk sarang AIDS.
Pada tahun 1994 yang lalu di Republik Islam Iran sudah terdata 82 orang yang
meninggal karena AIDS dan yang terserang AIDS sudah mencapai 5.000 orang.
Itulah sebagian dari kerusakan nikah mut’ah agama Syi’ah, pengikut-pengikut
Abdullah bin Saba’, sang penyebar fitnah dan kerusakan besar di dalam Islam
dan kaum Muslimin. Hendaknya kaum Muslimin waspada dan hati-hati terhadap
agama Syi’ah yang mengatasnamakan Islam ini. Dan kepada mereka yang tertipu
oleh Jurus Taqiyah (berbohong untuk menyembunyikan rahasia) segeralah
bertaubat kembali kepada Rabbul ‘Alamin.
Inilah perkenalan kita dengan agama Syi’ah buatan kaum zindiq dan munafik,
ajaran yang sesat dan menyesatkan dan menjadi shaf terdepan dari sekalian
ajaran sesat dan kufur yang akan merusak Islam dan kaum Muslimin dari dalam.
saya sebagai seorang muslim ,,pasti ingin mencari kebenaran,,maka daripada itu,,untuk menyelesaikan permasalahan sunnah dan syiah ,perlu diadakannyaforu-forum komunikasi antara kedua belah pihak….gunakanlah cara2 yang kooperatif,gunakanlah cara2sebagaimana imam kita Rasulullah SAW,,jangan cara2seperti hewan yang hanya menuruti hawa nafsunya,,,,setahun yang lalu di bangil terjadi tindakan kriminalitas di bangil yakni penggempuran terhadap rumah penduduk setempat dan sebuah masjid oleh massa,yang menamakan dirinya ahlu sunnah wal jamaah,,karena rumah penduduk tersebut disinyalir rumah orang syiah dan masjid tersebut juga diklaim oleh mereka bahwa masjid tersebut milik gol.syiah..afwan ya cara2seperti itu merupakan cara2seperti khinzir wal khimar!kalo emang anda benar maka tindakan seperti itu tidak perlu ,,cukup kita berkumpul dengan pemuka2syiah dan kita bahas permasalahannya,,kan selesai,,kalo anda mengaku pengikut rasul sekaligus cucu rasul maka tidak sepatutnya anda melakukan hal demikian..satu lagi saya bukan orang bodoh seperti sapi,,yang selalu percaya dengan doktrin2anda,,,kebanyakan berita yang antum sebar adalah fitnah,,kalo emang antum bener2ingin menyelesaikan masalah inimari kita bicara baik2dengan mereka,,bahwa syiah itu sesat,jangan hanya gembar-gembor di mimbar-mimbar masjid,pengajian,internet!mari kita bersama2 mencari kebenaran,,,jangan hanya mencari dunia,,dunia ini fana’ ya habeb,.jadilah orang yang mukhlish,,jika antum benar2ingin menyelesaikan masalah sunnah syiah,,maka saya siap mendukung anda,,tapi kalo anda hanya ingin menjadi tukang adu domba,fitnah,.maka saya akan berbuat sebaliknya….pemuda alawiyyin
ana mengharapkan balasan antum,ana tunggu di email ana….wassalamualaikum warrahmatullahi wa barakatuh
Assalamualikum….
Knp warnanya begini sih…
saya gak kesulitan bacanya…
saya berteman dengan seorang syiah swedia……
hm…untungnya ini pake bahasa Indonesia…kalau dy tahu pasti marah besar dy.
Saya akan mencari tahu apakah ini benar adanya.YAh…kadang dy memeang nyebelin….Menghina Umar (ra) dll…tapi dy baik kok!Mengerikan sekali jika apa yang ada disini benar adanya….
“Mengerikan sekali jika apa yang ada disini benar adanya….”
Memang begitulah keadaannya… Hampir kafir, hampir kafir…
Ass. wr.wb.
Selamat kepada Musuh2 ALLAH (Amerika, israel, dan sekutunya) bahwasanya mereka telah berhasil untuk mengadu domba umat muslim.
perbedaan antara sunni dan syiah yg dikemukakan oleh web.(albayyinat) ini jelas sekali menurut saya telah berbeda dengan ajaran syiah sesungguhnya, bahkan web.tersebut cenderung memfitnah syiah, mengkambing hitamkan syiah, agar orang2 bodoh mudah termakan fitnah mereka untuk menjadi pemecah belah umat ini bersama kalian !!!
terlihat jelas bagi saya siapa yg sebenarnya pemecah belah umat Islam..
Laknattullah kepada pemecah belah umat Islam !!!
mengenai komentar dari ibnu, 5 maret 2007..
kami serahkan kepada anda2 semua, yg jelas yg saya tahu pasukan Hisbullah siap mati untuk memerangi musuh2 ALLAH (Amerika dan sekutunya) dan tidak pernah mau berkompromi dgn musuh2 ALLAH, saya dpt info bahwa rekaman video atau foto itu tidak lain adalah fitnah dan rekayasa dari mereka yg menjadi korban dari musuh2 ALLAH untuk memecah belah umat ini..
saya membaca buku syiah dan ajaran syiah bahwa vidoe dan foto tersebut sangat bertentangan dgn ajaran syiah yg sesungguhnya..
saya bukan dari golongan sunni atau syiah, tapi saya Islam !!
namun Allhamdullilah saya banyak tahu mengenai syiah, dari bertanya langsung kepada pemuka syiah dan membaca buku syiah, sungguh saya bersaksi tidak ada kesesatan yg mereka klaim, melainkan hanya mengikuti perintah Rasul yg diwahyukan dari ALLAH..
Imam Khomeini ( Imam Republik Islam Iran ) berkata :
“La Syi’iyyah La Sunniyyah, Islammiyyah Islammiyyah !!!”
Tidak syiah tidak sunni, tapi Islam dan Islam…
Mahmoud Ahmadinnejad (Presiden Republik Islam Iran ) berkata ;
Umat Muslim adalah satu bangsa (bersaudara)
komentar saya tentang pandangan beliau, bahwa beliau dan pengikut ahlul bait (syiah) berusaha keras untuk merangkul kita (sunni) agar jgn terbuai oleh perbedaan antara kita, yg hanya akan menjadi bummerang buat Islam (lahirnya pemecah belah umat muslim)
Ya ALLAH lindungilah umat ini..
semoga kami menjadi orang2 yg berilmu dan mulia disisiMu ya ALLAH, sehingga kami tidak mudah termakan fitnah dari Sampahnya Amerika (org penebar fitnah atau pemecah belah umat islam)..
ya ALLAH lindungilah kami yg senantiasa menginginkan perdamaian dalam umat ini dan sadarkanlah mereka yg menjadi propokator untuk memerangi saudara seagama mereka..
ya ALLLAH dan hinakan lah mereka didunia dan diakherat bagi mereka yg tidak dapat kau sadarkan dari menebar benih kehancuran umat ini ya ALLAH !!!
Wslm wr.wb.
Kajian untuk mengetahui sampai dimana kesesatan Syiah
Syi’ah itu kafir apa masih Islam ?.
Seseorang jika mengatakan Syi’ah itu islam atau sudah keluar dari islam ( KAFIR ), maka dia harus mempunyai alasan. Sebab satu aliran bisa dikatakan masih Islam apabila ajaran ajarannya sesuai dengan apa yang ada di dalam Al Qur’an dan Hadits dan selama ajaran ajarannya tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits. Begitu pula satu aliran akan dikatakan keluar dari Islam apabila ajaran – ajarannya bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits, apalagi jika ajarannya menolak Kalamulloh.
Sekarang kita lihat bagaimana ajaran – ajaran Syi’ah, apakah bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits apa tidak bertentangan. Bagaimana sikap Syi’ah terhadap para Sahabat, terhadap istri istri Rosululloh Saw serta bagaimana sikap dan keyakinan mereka terhadap Al Qur’an itu sendiri.
Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat ayat yang memuji dan menerangkan keutamaan para Sahabat, serta janji Alloh untuk memasukkan mereka dalam Surganya. Sedang dalam ajaran Syi’ah diterangkan bahwa para Sahabat yang dipuji oleh Alloh tsb, setelah Rosululloh SAW.wafat, mereka menjadi MURTAD (baca Al kafi 8-345).Alasan mereka karena para Sahabat membaiat Sayyidina Abubakar r.a sebagai Kholifah dan tidak membaiat Sayyidina Ali k.w. Kemudian mereka juga mencaci maki dan memfitnah istri istri Rosululloh Saw. Mereka mengatakan bahwa Siti Aisyah telah melakukan perbuatan serong. Padahal Alloh dalam Al Qur’an telah menurunkan beberapa ayat dalam Surat An Nur yang isinya menerangkan kesucian Siti Aisyah, serta menolak tuduhan tuduhan yang dialamatkan kepada istri Rosululloh Saw tersebut.
Dengan demikian jelas sekali, berarti ajaran Syi’ah bertentangan dengan Al Qur’an, atau jelasnya mereka menolak Kalamulloh (Al Qur’an). Sedang orang yang menolak Kalamulloh, tidak diragukan lagi kekufurannya.
Dalam Al Qur’an juga, Alloh telah menjamin keaslian Al Qur’an ( Q.S. Al-Hijr : 9 ), tapi dalam ajaran Syi’ah, mereka berkeyakinan bahwa Al qur’an yang ada sekarang ini sudah tidak asli lagi (Muharrof). Ini berarti mereka menolak Kalamulloh. Mereka lebih percaya kata kata ulama mereka dari pada firman Alloh.
Itulah sebabnya para ulama dengan tegas mengatakan bahwa Syi’ah Imamiyyah Itsnaasyariyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait, telah keluar dari islam (orangnya menjadi MURTAD karena asalnya beragama islam ). Ketentuan ini tidak hanya berlaku bagi orang orang Syi’ah saja, tapi siapa saja yang berkeyakinan seperti itu, telah keluar dari islam ( Kafir Murtad ).
Disamping ajaran Syi’ah bertentangan dengan Al Qur’an, juga perbedaan kita umat islam dengan Syi’ah Imamiyyah Itsnaasyariyyah, disamping dalam Furu’ (cabang), juga dalam Ushul (pokok). Rukun iman kita berbeda dengan rukun iman mereka, juga rukun islam kita juga berbeda dengan rukun islam mereka. Oleh karena rukun iman kita berbeda dengan rukun iman mereka, maka konsekwensinya mereka mengkafirkan kita umat islam dan sebaliknya kita juga mengkafirkan mereka.
Disamping itu masih banyak lagi hal hal yang dapat mengeluarkan mereka dari islam, seperti sikap dan keyakinan mereka terhadap Imam Imam mereka. Dimana mereka mendudukkan imam imam mereka diatas para Rosul dan para Malaikat Al-Mugorrobin (AlHukumah Al Islamiah – 52, Khumaini)
Hal hal semacam inilah yang dipakai rujukan oleh para ulama dalam menghukum KAFIR golongan Syi’ah Imamiyyah Itsnaasyariyyah.
Ass.. Buat Sayyid Muhammad Alwi al Attas.
Tolong jelaskan terletek disurat mana, ayat brp mengenai pujian dan janji Allah untuk memasukan sahabat kdlm Surga???
Yang saya tau yang disucikan Allah dari segala kotoran dan dosa hanyalah Ahlul Bait (Rasulullah, Ali, Fatimah, Hassan dan Hussein) mereka itulah yg dijanjikan Allah masuk surga..
Dan mengenai pendapat anda bahwa Madzab Syi’ah berkeyakinan Al Qur’an yang ada sekarang sudah tidak asli, sungguh bertentangan dgn ajaran mereka(Syi’ah) mereka juga meyakini keaslian Kitabullah Al Qur’an, tanpa keraguan dan Allah saksinya…
dan anda juga berpendapat bahwa mereka adalah orang Kafir..
Demi Allah anda harus mempertanggung jawabkan ucapan anda diakhirat nanti, dan mereka akan menuntut perbuatan anda !!! sebanyak pengikut Syi’ah sebanyak itu juga yang akan memuntut anda. dan semakin berat pula tanggung jawab anda.
Buat saudara semuslim…
sebenarnya mereka(syi’ah) jg saudara kita semuslim.
Tuhan kita dan Tuhan mereka sama yaitu ALLAH
Rasul kita dan Rasul mereka sama yaitu MUHAMMAD SAW
Kitab kita dan Kitab mereka sama yaitu AL-QUR’AN
Kibat kita dan Kiblat mereka sama KA’BAH
hanya saja Imam kita dan Imam mereka yg berbeda.
kalau kita 4 imam yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali
dan Imam mereka 12 Imam yaitu dari Ahlul Bait Rasulullah SAW.
dan selebihnya perbedaan yang ada jngn sampai kita terlalu repot memperdebatkannya sementara musuh ALLAH dgn mudahnya menghancurkan kita dari semua sudut, lagian malu sama agama lain, mari kita bersama mengangkat martabat kita sebagai Muslim, dibawah bendera Islam. La illa ha illallah Muhammadarrasullulah !!!
mari kita rangkul mereka untuk bersama-sama menghadapi musuh yg nyata yaitu (Zionis, yahudi israel, nasrani, kumunisme, amerika, mereka yg melecehkan Nabi besar kita dgn Karikaltur busuk, mereka yg sudah bertuhankan syaitanl) mari kita sama2 mengangkat senjata untuk melawan mereka (musuh-musuh ALLAH). semoga kita bisa menjadi tentara Allah yg siap Syahid dijalanNya,, AMIN…
Dengan ini semoga kita mendapat keridhoanNya, dan kita bisa berkumpul bersama-sama disurga Allah untuk selama-lamanya..
dan Laknatullah kepada mereka yg ingin memecah belah umat ini. kepada mereka yg menebar fitnah untuk menghancurkan saudara semuslim mereka sendiri.
dan Semoga kita sebagai orang2 yg berfikiran kritis yg tidak mudah terpengaruh fitnah mereka.
Wslam…
…
ass.. Buat Farrell Al Djufrie
gue setuju bgt ama lo 100 %..
Sebenernya gua bukan dari madzab ahlul bait(syiah)
tapi jujur, gue kagum sama mereka(syiah).
mereka selalu sabar dalam menghadapi fitnah dari sana sini..
kbnykan dari mereka berfikiran kritis yg bisa ngalahin emosi..
keliatan bgt dari byk comment org syiah dweb. ini selalu ingin islam bersatu..
gak ky org2 sok tau itu !!! bisanya ngjlkin syiah mulu!!!
kl emang berani, knp mereka kalian kg lwn org yahudi n nasrani…
yg nyata kesesatannya, knp mesti syiah yg masih saudara muslim kita
sendiri yg hrs dmusuhi bahkan diperangi..
jgn ky tong kosong nyaring bunyinya !!!
terbukti bgt dimata dunia cuma org syiah (Hizbullah) yg dipimpin
Sayyid Hassan Nasrullah.. pasukan yg siap syahid untk Islam
melawan yahudi (zionis) diisrael.. trus dari kalangan kita Ahlusunnah
wal jama’ah pada kemana ??
liat president Iran Ahmadinejad dgn ggh braninya menentang Amerika !!!
liat jg kehidupan beliau yg jauh dari kesan glamor, bahkan hidupmya
setara dgn rakyat miskin, g ada seorg pemimpin yg ky beliau..
beliau jg siap mendukung dan membantu
negara2 islam lainnya, untk kemajuan negara2 islam lainnya..
krn menurut beliau “umat muslim itu satu bangsa”
beliau seorg syiah !!! apakh org-org sprti ini yg sesat ???
buat org2 syiah trs dgn keyakinan kalian aja..
terus bersabar, dgn fitnah mereka…
dan terus merangkul mereka yg benci syiah demi persatuan
agama kita… dan gue siap berdiri diblkng org2 syiah dlm urusan ini…
Kebenaran pasti menang..
dan kbenaran itu milik org2 yg berpola fikir kritis,
ada ALLAH yg slalu memperhatikan kita !!!!!
@ Abu Zein,
bagimana pendapat antum dengan kelompok islam yang disebut dengan wahabi, atau dengan nama topengnya yang sekarang ’salafy’ apakah mereka ini termasuk ahlussunnah wal jama’ah?
bagaimana pendapat antum dengan mereka, apakah salafy yang berkuasa di kerajaan Saudi sekarang ini lebih mementingkan ukhrawi atau duniawi?
kemudian apakah Saud salafy lebih mementingkan ukhuwah islamiyyah?
kemudian pertanyaan yang menyangkut antum sendiri, siapakah ulama panutan dan rujukan antum sekarang?
apakah antum lebih masuk ke dalam ahlussunnah wal jama’ah atau…….maaf ya…wahaby?
samakah ahlus sunnah wal jama’ah dengan wahabi?
Siapakah yang lebih menjalankan sunnah rasul diantara dua kelompok ini saja, ahlus sunnah dan wahababi?
Apakah antum wahababi?
bagaimana pendapat antum, mengenai perang hizbullah vs israel?
bagaimana pendapat antum, mengenai embargo dan penekanan amerika dan antek-anteknya dalam PBB terhadap iran, berkenaan dengan isu nuklir iran?
bagaimana pendapat antum mengenai operation eagle claw yang dilancarkan oleh delta force terhadap republik islam iran? mereka gagal, delapan anggota special force mereka tewas.
tau ah gelap…………. segelap kulit aing.
pusing euy…………….siga sirah urang,
kumaha maraneh bae.
YANG PENTING DUIIIIIIIIIT……..BUNG. HIDUP KUTUB UTARA
hahahahahahahaha……
mnrut sy perbedaan ini lbih baik d slse kn dengan diskusi
NO WAR!!
Beritahukan kepada barat BAHWA ISLAM itu INDAH
[...] Penasaran perbedaan sunni dan syiah [...]
kumaha dinya we….uing mah teu nyaho…, geus boga pamadegan sorangan, ngan sing inget we ulah nepi ka urang Islam perang jeung urang Islam deui, kuring mah masarakat biasa nu poek kanu elmu nu kitu, nu penting ibadah we kalayan dibarengan ku waspada make elmu nu kaharti …..
hal yg membuat umat Islam menjadi terbelakang dr umat lainnya karena selalu senang menjelek2kan saudaranya sendiri. Q harap ini jadi bahan renungan bagi si penulis ataupun kita semua
Ass. Wr.Wb.
Sebelum menilai syiah lebih jauh, tolong difikirkan dan dikaji lebih jauh lagi rujukan-rujukan mengenai pemahaman mereka dalam literatur buku yang sekarang sudah banyak terjemahannya di Indonesia, jangan anda coba menyesatkan pemahaman syiah, karena setelah dikaji dgn teliti rujukan syiah hanya kpd Al-Qur’an dan Hadis, karena ada peribahasa senjata makan tuan, apa yg anda tuliskan tentang syiah sesat atau apa yg semisal itu, jangan-jangan anda yg menuliskannya lebih sesat lagi. Marilah kita jaga ukhuwah Islam, janganlah menyesatkan saudara kita sendiri. Kalau anda ingin lebih tahu lebih jauh lagi mengenai pemahaman syiah, sy siap meminjamkan buku syiah, sy seorang suni yg umumnya dianut di Indonesia yg mencoba mendalami pemahaman syiah.
Wasalamu’alaikum Wr. Wb.
Ass. Wr Wb.
Kpd saudaraku Abu Zein, jangan-jangan andalah yg suka menyesatkan kaum muslimin dlm setiap tulisan dan ucapan anda, anda hrs hati-hati krn Allah Swt Maha Mengetahui dan Maha Mendengar. Pelajari dengan lebih teliti lagi pemahaman syiah, janganlah hawa nafsu yag didahulukan, wahai orang-orang yang berfikir!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Ass. Wr. Wb.
Kpd saudaraku Abu Zein, mungkin anda bagaikan Abdullah Ibnu Saba’, sang penebar fitnah dan pemecah belah kaum muslimin pd zaman sekarang ini. Segeralah bertobat wahai saudaraku, janganlah ditunda-tunda lagi, karena maut tak mengenal waktu.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Allah…
Maafkan kesalahan kami semua, umat muslim sedunia, yang telah mengadu domba, teradu domba, ataupun tidak sadar telah mengadu domba terhadap saudara sesama muslim. Astaghfirullahal’adzimi…
Buat admin website ini, janganlah biarkan komentar-komentar berbau kebencian dan adu domba yang sangat berbeda dengan wajah islam yang sebenarnya (seharusnya…). Malu kita sebagai umat ajaran terbaik di dunia ini, jika kita bertindak seperti seakan tidak tahu akan apa yang diajarkan oleh agama kita.
Jujur, saya bukan seorang yang mengetahui seluk-beluk sunni-syiah dan pertentangannya. Tetapi saya mengetahui, bahwa Islam adalah ajaran yang membawa rahmat bagi semua. Saya juga mengetahui, di negara kita yang tercinta ini,–Alhamdulillah–terdapat sekelompok orang yang memahami islam dengan damai, mengambil pelajaran darinya untuk kehidupan yang lebih baik, memiliki tingkat keilmuan yang tinggi, mampu diterima oleh masyarakat yang berkembang, serta tentunya membawa kedamaian bagi kita, umat muslim, dan saudara kita non-muslim. Mereka mendapat pengakuan dari dunia sebagai kelompok muslim yang moderat, terbuka, dan membuka dialog terhadap kelompok-kelompok yang berbeda pendapat. Pemimpin-pemimpin mereka, tidak diragukan lagi, adalah orang yang dengan ikhlasnya membimbing masyarakat tanpa pamrih, dengan bukti riil yang dapat dirasakan, langsung maupun tidak langsung oleh mereka, meski terkadang ada sedikit hasrat berpolitik (baca:berkuasa-kekuasaan) yang muncul suatu waktu. Mereka tidak memiliki beban sejarah, seperti yang dialami saudara kita di timteng, sehingga mereka pun tidak memiliki beban lain dalam mengembangkan dan mengimplementasikan islam dalam masyarakat. Kemon, kata orang kita, di hadapan kita telah terpampang sejak 1600 tahun yang lalu, agama yang membawa perdamaian, yang dapat membimbing kita, anak cucu kita sampai akhir zaman, yang seharusnya berwajah damai, bersahabat dengan kelompok manapun, bukan wajah yang menyeramkan, kuno, tidak berkembang, eksklusif dari kehidupan. Mari kita explore agama kita sendiri, dengan benar, dengan keilmuan, ikhlas, tanpa membesar-besarkan background sejarah masing-masing. Dengan begitu, kita tidak akan mudah teradu domba–yang memang mudah dilakukan–oleh orang-orang yang berniat buruk terhadap kita. Na’udzubillahi, semoga kita semua bukan termasuk dalam golongan pengadu domba.
Salut buat Muhammadiyah dan Nahdhatul ‘Ulama, dengan para tokohnya, tanpa merendahkan organisasi lain seperjuangan. Syafi’i Ma’arif, Abdurrahman Wahid, KHA Dahlan, HAMKA, AR Fakhruddin, para pemimpin masyarakat Indonesia dan dunia, yang telah mendapat pengakuan dari dunia muslim – non-muslim, yang memahami islam dengan semangat perdamaian, tanpa pamrih kekuasaan, politik, maupun pengaruh dari luar-dalam. Toh, Islam tetap agama tersempurna, bahkan bisa lebih baik, bila dipelajari oleh orang-orang IKHLAS seperti beliau, kalaupun ada yang meremehkan tokoh-tokoh ‘lokal’ diatas. Toh, ternyata mereka telah menyuguhkan bukti riil dalam masyarakat: perdamaian, pemahaman islam yang benar, wajah islam indonesia yang bersahabat, kalaupun ada yang meragukan kepemimpinan, seluk-beluk organisasi ‘pribumi’ diatas. Nuun, wal Qalami wa maa Yasthuruun…
Wajah Islam hrs mendunia dong, krn Islam agama yg Rohmatan Lil Alamin.
salam….semuanya, maaf saya tidak akan memberikan komentar-soalna teu bisa komentar-. saya hanya ingin bertanya-bolehkan..- begini…dipelukan siapa nabi saw menghembuskan napasnya yang terakhir/wafat? dalam sejarah nabi saw wafat dipelukan Aisyah ra, dan ada juga yang menceritakan bahwa nabi saw wafat dipelukan Ali kw. memang dikatakan bahwa mereka masing-masing mengakui/menceritakan bahwa nabi saw wafat dipelukannya. seandainya nabi saw wafat dipelukan Aisyah ra, berarti Ali kw berbicara sesuatu hal yang tidak pernah dilakukannya. begitu juga sebaliknya. apa kata dunia umat islam dalam hal beragama mengikuti seseorang yang dengan entengnya mengatakan sesuatu hal yang tidak pernah dialaminya. ngg… apa ya…
Itulah perbedaan Sunni (wahabi) dengan Shi’ah, kalo Sunni cuma bisa ngejelekin Shi’ah aja tanpa ada cara untuk cari solusi, agar Islam bersatu.
Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan betul kan, saya orang Bandung belum pernah tahu jalan Alex Kawilarang (sebelah mana alun-alun ya), sya sering ikut pengajian di Jalaludin Rahmat tapi belum ketemu tuh yang mau diajak kencan sama saya, he.. he.. Jadi jangan asal ngomong donk, Fakta berbicara, sekali lagi teliti dulu baru komentar.
Islam harus bersatu contoh Iran dengan Ahmad dinejad-nya.
thanx for Muslim & muslimat sedunia
Wasssalam
Assalamu’alaikum Mas Heri, maaf mas ya….
Kalo mas baca buku Saqifah Bani Saadah, mas akan punya pilihan Rasulullah wafat di pangkuan siapa.
Terimakasih
Wassalam
Benarkah Imam Ali telah mendapat wasiat dan perintah dari Rasulullah agar beliau menjadi penggantinya sebagai Khalifah?
Faham yang mengatakan bahwa Sayyidina Ali telah mendapat wasiat dan perintah Rasulullah agar beliau menjadi penggantinya sebagai Khalifah itu dapat berakibat orang akan mengatakan, bahwa ternyata Imam Ali tidak menjalankan wasiat dan perintah Rasulullah, tapi mau menerima (menjalankan) wasiat Khalifah Abu Bakar, agar Imam Ali dan sahabat lainnya membai’at Sayyidina Umar sebagai Khalifah atas dasar wasiat Khalifah Abu Bakar. Seterusnya Imam Ali akan dikatakan menolak (tidak menjalankan) wasiat Rasulullah, tapi mau menerima (menjalankan) wasiat Khalifah Umar, agar ia menjadi calon Khalifah yang akan dipilih bersama lima orang lainnya.
Itulah sebabnya cerita wasiat versi Syiah tersebut tidak dapat kita terima, karena Ahlussunnah Waljamaah berkeyakinan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menunjuk seseorang sebagai penggantinya.
Diantara kata-kata Imam Ali yang menguatkan keyakinan Ahlussunnah Waljamaah tersebut adalah :
“Semua wasiat Rasulullah kepadaku telah aku laksanakan semuanya”.
Yang dimaksud dengan kata wasiat disini adalah, bahwa Imam Ali telah ditunjuk (diwasiati) oleh Rasulullah untuk memandikan dan mengurusi pemakaman beliau, serta mengurus apabila ada utang piutang beliau. Hal mana karena Imam Ali adalah orang yang terdekat dengan kekeluargaan Rasulullah SAW.
Dalam kitab-kitab sejarah diceritakan :
“Ketika Sayyidina Ali akan meninggal, setelah dia dipukul dengan pedang oleh Abdurrahman bin Muljam (seorang Syiah), beberapa pengikutnya datang kepadanya dengan maksud agar Imam Ali mengangkat putranya yang bernama Hasan sebagai penggantinya”.
Mendengar perintah tersebut, Imam Ali menjawab :
لا ﺁمركم ولا انهاكم ، اترككم كما ترككم رسول الله.
( رواه احمد )
“ Saya tidak akan memerintahkan atau melarang kalian. Tapi saya akan meninggalkan kalian, sebagaimana Rasulullah meninggalkan kalian”.
Kata-kata Imam Ali diatas sebagai bukti, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengangkat atau menunjuk seseorang sebagai penggantinya.
Kemudian setelah Imam Ali wafat, masyarakat mengikuti perintahnya, yaitu bermusyawarah dan hasilnya mereka mengangkat Imam Hasan sebagai penggantinya.
Kata-kata Imam Ali diatas sangat bertentangan dengan ajaran Syiah, yang mengatakan bahwa Rasulullah telah memerintahkan agar pengganti Imam Ali adalah Imam Hasan. Karena apabila ajaran Syiah tersebut benar, pasti Imam Ali saat itu tanpa diminta langsung mengangkat Imam hasan sebagai penggantinya.
Disamping itu, jawaban Imam Ali tersebut sangat jelas memberitahukan pada kita, bahwa beliau tidak menunjuk seseorang sebagai penggantinya. Alasan beliau karena mengikuti jejak Rasulullah, dimana Rasulullah tidak pernah menunjuk seseorang sebagai penggantinya.
Adapun mengenai pengakuan Ahlussunnah Waljamaah akan kekhalifahan Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar dan Sayyidina Ustman, maka pengakuan mereka tersebut sesuai dengan pengakuan dan bai’at Imam Ali pada mereka. Apapun alasan Imam Ali, tetapi kenyataannya beliau membai’at mereka.
Sedang tuduhan golongan Syiah yang mengatakan : Bahwa Imam Ali membai’at mereka itu dengan bertaqiyah (berdusta), maka tuduhan tersebut membuktikan kekurang ajaran mereka kepada Imam Ali dan sekaligus membuktikan bahwa mereka itu tidak mencintai Ahlul Bait. Karena apabila mereka itu mencintai Imam Ali pasti mereka akan mengikuti Imam Ali dalam membai’at para Khulafaur Rosyidin dan tidak akan menuduh Imam Ali semacam itu
.
Apa yang dimaksud dengan hadits :
من كنت مولاه فعلى مولاه .
“ Man Kuntu Maulahu Fa Aliyyun Maulahu”.
Adapun yang dimaksud dari hadits : “Man Kuntu Maulahu Fa Aliyyun Maulahu”, maka dalam kitab-kitab sejarah yang ditulis oleh ulama-ulama Ahlussunnah diterangkan sebagai berikut :
Pada tahun 10 H, Rasulullah beserta para sahabat berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji dan haji tersebut kemudian dikenal dengan haji Wada’.
Bertepatan dengan itu, rombongan Muslimin yang dikirim oleh Rasulullah ke Yaman sudah meninggalkan Yaman, mereka menuju Mekkah, untuk bergabung dengan Rasulullah. Rombongan tersebut dipimpin oleh Imam Ali bin Abi Thalib.
Begitu rombongan sudah mendekati tempat dimana Rasulullah berada, maka Imam Ali segera meninggalkan rombongannya guna bertemu dan melapor kepada Rasulullah SAW, dan sebagai wakilnya adalah sahabat Buraidah.
Sepeninggal Imam Ali, Buraidah membagi-bagikan pakaian hasil rampasan yang masih tersimpan dalam tempatnya, dengan maksud agar rombongan jika masuk kota (bertemu dengan yang lain) kelihatan rapi dan baik.
Namun begitu Imam Ali kembali menghampiri rombongannya beliau terkejut dan marah, serta memerintahkan agar pakaian-pakaian tersebut dilepaskan dan dikembalikan ke tempatnya. Hal mana karena Imam Ali berpendapat, bahwa yang berhak membagi adalah Rasulullah SAW.
Tindakan Imam Ali tersebut membuat anak buahnya kecewa dan terjadilah perselisihan pendapat.
Selanjutnya begitu rombongan sudah sampai ditempat Rasulullah, Buraidah segera menghadap Rasulullah dan menceritakan mengenai kejadian yang dialaminya bersama rombongan dari tindakan Imam Ali. Bahkan dari kesalnya, saat itu Buraidah sampai menjelek-jelekkan Imam Ali di depan Rasulullah SAW.
Mendengar laporan tersebut, Rasulullah agak berubah wajahnya, karena beliau tahu bahwa tindakan Imam Ali tersebut benar.
Kemudian Rasulullah bersabda kepada Buraidah sebagai berikut :
ي
يا بريدة ألست أولى بالمؤمنين من أنفسهم.
“ Hai Buraidah, apakah saya tidak lebih utama untuk diikuti dan dicintai oleh Mukminin daripada diri mereka sendiri”.
Maka Buraidah menjawab :
بلى يارسول الله
“ Benar Yaa Rasulullah”.
Kemudian Rasulullah bersabda :
من كنت مولاه فعلى مولاه
( رواه الترمذى والحاكم )
“ Barangsiapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin”.
Yang dimaksud oleh hadits tersebut adalah, apabila Muslimin menganggap Rasulullah sebagai pemimpin mereka, maka Imam Ali harus diterima sebagai pemimpin, sebab yang mengangkat Imam Ali sebagai pemimpin rombongan ke Yaman itu Rasulullah SAW. Karena itu dia harus dicintai dan dibantu serta dipatuhi semua perintahnya.
Demikian maksud dari hadits :“Man Kuntu Maulahu Fa Aliyyun Maulahu”. Sebagaimana yang tertera dalam kitab-kitab yang ditulis oleh ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah (baca kitab Al Bidayatul Hidayah oleh Ibnu Katsir).
Selanjutnya, oleh karena perselisihan tersebut, tidak hanya terjadi antara Imam Ali dengan Buraidah saja, tapi dengan seluruh rombonganya, dimana orang-orang tersebut menjelek-jelekkan Imam Ali dengan kata-kata tidak baik, yang berakibat dapat menjatuhkan nama baik Imam Ali, bahkan perselisihan tersebut didengar oleh orang-orang yang tidak ikut dalam rombongan ke Yaman itu, maka setelah Rasulullah selesai melaksanakan ibadah haji, disaat Rasulullah dan Muslimin sampai di satu tempat yang bernama Ghodir Khum, Rasulullah berkhotbah, dimana diantaranya beliau mengulangi lagi kata-kata yang telah disampaikan kepada Buraidah tersebut, yaitu “Man Kuntu Maulahu Fa Aliyyun Maulahu”
Itulah sebabnya hadits tersebut dikenal sebagai hadits Ghodir Khum. Karena waktu disampaikan di Ghodir Khum itu, disaksikan oleh ribuan sahabat.
Jadi sekali lagi, bahwa hadits : “Man Kuntu Maulahu Fa Aliyyun Maulahu”. Itu tidak ada hubungannya dengan penunjukan Imam Ali sebagai Khalifah sesudah Rasulullah wafat. Tapi sebagai pemimpin rombongan ke Yaman yang harus dicintai dan ditaati semua perintahnya.
Sebenarnya apabila hadits tersebut akan diartikan sebagaimana orang-orang Syiah mengartikan hadits tersebut, yaitu dianggap sebagai pengangkatan Imam Ali sebagai Khalifah, maka faham yang demikian itu akan membawa konsekuensi dan resiko yang sangat besar. Sebab sangsi bagi orang-orang yang menolak atau meninggalkan nash Rasulullah, apalagi menghianati Rasulullah adalah kafir.
Dengan demikian, Sayyidina Abu Bakar akan dihukum kafir karena melanggar dan meninggalkan nash Rasulullah, demikian pula para sahabat yang membai’at Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar dan Khalifah Ustman mereka juga akan dihukum kafir, sebab tidak melaksanakan dan melanggar nash Rasulullah. Bahkan Imam Ali sendiri akan terkena sangsi kufur tersebut, sebab dia melanggar dan menolak bahkan menghianati nash Rasulullah tersebut.
Itulah resiko dan konsekuensi bila hadits “Man Kuntu Maulahu Fa Aliyyun Maulahu”, diartikan sebagai penunjukan Imam Ali sebagai Khalifah pengganti Rasulullah SAW.
Semoga kita diselamatkan oleh Allah dari aqidah Syiah yang sesat dan menyesatkan. Amin.
Mut’ah
Mut’ah atau Zuwaaj Muaggot itu yang dimaksud adalah kawin kontrak. Waktunya terserah perjanjian yang disetujui oleh kedua belah pihak. Boleh satu tahun, boleh satu bulan, boleh satu hari, boleh satu jam dan boleh sekali main. Sedang batas wanita yang di Mut’ah terserah si laki-laki, boleh berapa saja, terserah kekuatan dan minat si laki-laki. Mereka tidak saling mewarisi bila salah satu pelakunya mati, meskipun masih dalam waktu yang disepakati. Juga tidak wajib memberi nafkah (belanja) dan tidak wajib memberi tempat tinggal.
Mut’ah dilakukan tanpa wali dan tanpa saksi, begitu pula tanpa talaq, tetapi habis begitu saja pada akhir waktu yang disepakati. Pelakunya boleh perjaka atau duda, bahkan yang sudah punya istri. Sedang si wanita boleh masih perawan atau sudah janda, bahkan menurut fatwa khumaini seseorang boleh melakukan Mut’ah sekalipun dengan WTS. Adapun tempatnya boleh dimana saja, baik di dalam rumah sendiri maupun di luar rumah.
Apa hukumnya MUT’AH ?
Ahlus Sunnah Waljamaah sepakat bahwa Mut’ah hukumnya haram. Dan diantara perawi haramnya Mut’ah adalah Al-Imam Ali kw.
Oleh karena itu di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Khalifah-khalifah sebelumnya dan sesudahnya Mut’ah hukumnya haram.
Memang di Zaman Rasulullah SAW, diwaktu peperangan yang memakan waktu yang lama, dengan maksud menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, Mut’ah pernah diperbolehkan, tetapi kemudian diharamkan
oleh Rasulullah SAW, setelah mendapat perintah dari Allah SWT.
Dalam hal ini Rasulullah pernah bersabda yg artinya :
“Wahai manusia sesungguhnya aku pernah membolehkan bagi kalian bersenang-senang dengan wanita (Mut’ah), maka ketahuilah bahwa Alloh telah mengharamkannya sampai hari kiamat. Barang siapa masih memilikinya, hendaknya dilepaskan dan jangan kalian ambil sedikitpun dari apa yang telah kalian berikan.”
Itulah sebabnya umat Islam tidak ada yang melakukan Mut’ah, sebab hukumnya sama dengan berzina.
Dalam hal ini Imam Ja’far Ash-Shadiq mengatakan :
المتعة هي عين الزنى ( البيهقى )
“Mut’ah itu sama dengan zina.”
(Al-Baihaqi)
Sebenarnya hampir semua aliran Syiah juga mengharamkan Mut’ah, terkecuali aliran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah saja yang memperbolehkan Mut’ah. Jadi golongan Syiah sendiri tidak sepakat dalam menghalalkan Mut’ah dan hanya satu aliran saja yang memperbolehkan Mut’ah, yaitu Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah atau Syiahnya Khumaini.
Sebagai contoh, Syi’ah zaidiyah mengharamkan Mut’ah, demikian juga Syi’ah Ismailiyah, mereka juga mengharamkan Mut’ah dan hanya Syi’ah Khomaini saja yang menghalalkan Mut’ah. Memang Syi’ah Imamiyah Itsnaasyariyah itu paling sesat diantara aliran-aliran Syi’ah yang lain.
Menurut ulama-ulama Syi’ah, bahwa yang mengharamkan Mut’ah adalah Kholifah Umar, benarkah?
Itulah orang-orang Syi’ah, mereka memang ahli dalam membuat hadist-hadist palsu dan ahli dalam membuat cerita-cerita guna menunjang dan menguatkan ajaran-ajaran mereka. Tetapi mereka tidak memikiran akibat dari cerita-cerita palsu mereka. Karena cerita-cerita semacam itu akan mempunyai resiko dan konsekwensi yang sangat besar.
Rasulullah saw pernah bersabda :
من حلل حراما او حرم حلالا فقد كفر
“Barangsiapa menghalalkan sesuatu yang haram atau mengharamkan sesuatu yang halal, maka dia telah kafir.”
Dengan demikian berarti Khalifah Umar telah kafir, karena dia telah mengharamkan Mut’ah yang halal (Khasya). Itulah tujuan ulama-ulama Syi’ah, mereka selalu membuat cerita-cerita palsu guna mendiskriditkan Kholifah Umar.
Tidakkah orang-orang Syi’ah itu tahu bahwa cerita-cerita semacam itu mempunyai resiko dan konsekwensi yang sangat besar dan berbahaya. Sebab bila Khalifah Umar merubah hukum Allah sampai membuatnya kafir, lalu dimanakah Imam Ali pada saat itu, padahal beliau dikenal sebagai penasehat Kholifah Umar, mengapa beliau berdiam diri dan tidak mengambil tindakan, bahkan setuju dan mengikuti serta melaksanakan hukum tersebut. Tidakkah ulama-ulama Syi’ah itu tahu bahwa : “ARRIDHO BILKUFRI KUFRON “.
Kemudian bila Kholifah Umar itu kafir, mengapa beliau diambil menjadi menantu Imam Ali, sampai mempunyai dua anak. Apakah ulama-ulama tersebut juga termasuk ulama-ulama Syi’ah yang berkata, bahwa yang di nikahi Kholifah Umar itu bukan Ummu Kulsum putri Imam Ali, tapi jin yang menyerupai Ummu Kulsum ?
Kemudian apabila Kholifah Umar itu kafir, bagaimana Imam Ali kok diam dan menyetujui Kholifah Umar dimakamkan di sebelah atau seruangan bersama Rasulullah saw.
Selanjutnya, disamping Imam Ali, para sahabat juga menjadi korban dari cerita-cerita tersebut dan mereka juga akan terkena sangsi. Sebab mereka juga menyetujui tindakan Kholifah Umar yang telah mengharamkan Mut’ah tersebut dan para sahabat itu tetap sholat (Mak’mum) di belakang Kholifah Umar.
Memang itulah diantara tujuan orang-orang Syi’ah, mereka benar-benar benci kepada para sahabat. Oleh karena itu mereka mengatakan bahwa para sahabat setelah Rasulullah saw wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja (Al-Kaafi).
Mana yang lebih besar dosanya, berzina apa melakukan Mut’ah?
Berzina adalah suatu perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT. Karenanya orang yang telah melakukan Zina, dia akan merasa bersalah dan kemudian bertaubat, sebab dia merasa telah melanggar larangan Allah. Adapun orang yang melakukan Mut’ah, pertama dia mendapat dosa seperti dosanya orang yang melakukan perbuatan Zina. Kemudian jika dia menganggap Mut’ah itu halal, padahal Allah melalui RasulNya sudah mengharamkan Mut’ah, maka disamping dia mendapat dosanya orang yang berzina, dia juga mendapat dosa yang sangat besar, yaitu dosanya orang yang merubah hukum Allah, sesuatu yang haram dia halalkan.
Mengenai orang yang suka menghalalkan sesuatu yang haram atau mengharamkan sesuatu yang halal, Rasulullah saw pernah bersabda :
من حلل حراما او حرم حلالا فقد كفر
“Barang siapa menghalalkan sesuatu yang haram atau mengharamkan sesuatu yang halal, maka dia telah kafir.”
Dengan demikian jelas sekali bahwa melakukan Mut’ah dosanya lebih besar daripada berzina.
Tidak cukup menghalalkan Mut’ah, ulama-ulama Syi’ah Imammiyah Itsnaasyariyyah itu bahkan memberi kedudukan tinggi sederajat dengan Rasululllah saw, bagi orang-orang yang melakukan Mut’ah.
Dibawah ini kami bawakan satu hadist palsu, yang ada dalam kitab syi’ah “ Minhayus Shodiqin” halaman 356, sekaligus sebagai bukti penghinaan orang-orang Syi’ah kepada Rasulullah saw dan Ahlul Bait :
“Barang siapa melakukan Mut’ah sekali, maka derajatnya sama dengan derajat Husin, barang siapa melakukkan Mut’ah dua kali, maka derajatnya sama dengan derajat Hasan, barang siapa yang melakukkan Mut’ah tiga kali, maka derajatnya sama dengan derajat Ali dan barang siapa melakukkan Mut’ah empat kali, maka derajatnya sama dengan derajatku”.
Demikian kekurangajaran ulama-ulama Syi’ah, mereka mengukur derajad Rasulullah saw dan Ahlul Bait dengan perbuatan Mut’ah. Sungguh satu kebiadaban yang tidak ada taranya.
.Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
@Kick
Salam kenal.
Mungkin mas Heri menggambarkan kalo pemahaman umat Islam ko’ begini, hanya membedakan pilihan satu diantara dua saja sangatlah susah semenjak Nabi Saw wafat sampai sekarang. Hal inilah yang menjadi senjata non muslim / golongan lainnya untuk memecah belah umat Islam.
@syarif bin muhcin bin yahya
Salam kenal
Begini mas, lebih baik mas membaca / memahami dulu hadist-hadist mengenai Ahlul Bait Nabi Saw. Jadi jangan dulu sembarangan menuduh orang syi’ah. Kalo menurut pemahaman dan pengetahuan saya selama ini, tidak ditemukan kejanggalan saling mengkafirkan / menyesatkan kepada mahzab / golongan / sahabat lainnya.
Atau mas perlu dikasih tahu mengenai hadist-hadist tersebut ?
Wassalam Wr. Wb.
Assalamualaikum
Tidak adakah yang lebih yang lebih indah selain perdebatan sesama saudara (ummat muslim), bukankah perbedaan itu yang membuat hidup ini indah, mengapa tak yakini saja apa yang sudah menjadi keyakinan kita masing2, dan tak perlu rasanya saling menuding siapa yang salah dan mengaku siapa yang benar. (MANEH NYA KUMAHA MANEH AING NYA KUMAHA AING), selama Allah SWT tuhan yang kita sembah dan Muhammad SAW adalah RasulNya kenapa harus saling menjelekkan.
Bertaubatlah kita semua untuk tidak saling memusuhi dan membenci.
BTW ada yang tau cara mudah nyari duit banyak yang tanpa pake modal???????????????
Mendingan kita ngaji lebih dalam lagi yu………..
[...] In Al Islam, Info, Life is too short on November 23, 2008 at 10:20 am Melanjutkan postingan saya sebelumnya, kali ini saya mengambil sebuah artikel tanya jawab yang diambil dari warnaislam yang semoga bisa [...]
saya perlu belajar lebih banyak lagi memahami masalah ini,,
tapi saya yakin satu hal:
ISLAM adalah ISLAM. Tidak ada Islam-sunni atau Islam-syiah, tidak ada Islam-muhammadiyah atau Islam-NU, tidak ada Islam-Indonesia atau Islam-Arab, karena kebenaran hanyalah satu. Menggunakan nama Islam-Sunni berarti mengakui bahwa ada Islam-syiah. begitu pula sebaliknya. Padahal yang ada hanyalah ISLAM.
peace and love for muslim…
Assalammualaikum warrah matullohiwabarokatuh ;mencari suatu kebenaran memang tak mudah juga tak sulit, selain hati yang harus mempunyai iman di bantu oleh pikiran yang positif pula. kita sebagai kaum muslim janganlah saling menuduh dan menyalahi tanpa tahu penyelesaiannya. ingatlah masih banyak kaum muslim yang awam akan agamanya seperti saya ini. yang pasti saya tak mau keluar dari ajaran AL-QURAN DAN ASS-SUNNAH,janganlah merasa (maaf) aliran ini benar atau aliran itu salah, maka yang terjadi adalah perpecahan yang dapat mengakibatkan perang saudara yang seharusnya itu sama sekali tidak terjadi.wassalam
assalamualaikum..
perlu kita ketahui syiah itu ada beberapa macam. walaupun saya blum pernah bermuamalah langsung dengan akidah dan apalah ttg syiah. saya beberapa hari kemaren membaca koran DUSTUR-Mesir ttg rencana penyerangan Amerika dan israel ke Iran disebabkan mereka memiliki nuklir,sepertinya saya menangkap kesengajaan barat dalam mengangkat isu-isu syiah yang mana basis syiah yang terkenal adalah Iran, dalam rangka proses perceptan penyerangn ke Iran, maka ditiupkanlah isu-isu syiah dikalangan kita(muslim). apalagi Amerika(yahudi)tau betul akan kebencian bangsa Arab dengan Persia(Iran-non Arab),seperti yang kita tau cara perang amerika&israel licik dan mereka berusaha untuk mencari sisi dan celah supaya nanti usaha-usaha mereka dalam menyerang Iran ini tidak diprotes oleh dunia apalagi oleh sunni.jadi saya rasa isu-isu syiah sengaja diwacanakan. jadi sebenarnya kita(muslim) yang membantu usaha yahudi dalam menghancurkan saudara kita muslim dan itu tanpa kita sadari.saya berharap kita jangan mudah dipecah belah oleh musuh. uhibbukum fillah wa firiayatillah
assalamualaikum. saya setuju dengan mbak yayah, wlo agak melebar sedikit dari pembahasan, iran adalah muslim dan Amerika & israel sanagt takut akan kemajuan Muslim dalam perkembangan nuklirnya, kita sesama muslim mari bersatu padu!!!
Diskusi hangat Sunni dan Syiah
Sunni dan syiah adalah dua mazhab besar dalam Islam. Sebagian kaum muslimin berpendapat bahwa dua mazhab ini tak akan dapat dipersatukan. Sebagian lagi berpendapat dapat dipersatukan. Paling tidak, diadakan pendekatan melalui diskusi-diskusi yang objektif berdasarkan dalil2 yang tekstual yang disepakati dan argumen2 rasional.
Pertanyaannya: Benarkah kedua mazhab besar ini tidak dapat dipersatukan? Mengapa tidak dapat dipersatukan? Apakah karena dasar2 nashnya berbeda? Apakah perbedaan itu hanya berada dalam dataran pemahaman terhadap nash-nash Al-Qur’an dan hadis. Topik-topik persoalan apa saja yang tak dapat ditemukan atau belum ditemukan titik persamaannya?
Ada beberapa topik persoalan yang sulit ditemukan titik temu antara dua mazhab besar tersebut. Tapi tidak berarti ada titik temunya, mungkin belum dijumpai titik temunya. Saya hal tersebut bukan dasar-dasar nashnya yang berbeda, tetapi perbedaannya adalah dataran dan tingkat pemahaman terhadap dalil-dalil nash Al-Qur’an dan hadis. Misalnya topik-topik persoalan berikut ini:
1. Soal sistem kepemimpinan pasca Nabi saw. Yakni system musyawarah dan demokrasi atau penunjukan?
2. Soal sahabat Nabi saw yakni apakah semua sahabat itu adil? Memiliki tingkatan yang sama dalam kebaikan, kecerdasan dan kedekatannya dengan Nabi saw?
3. Soal keluarga Nabi saw. Yakni apakah kekuarga Nabi saw itu termasuk isteri2nya atau orang2 tertentu?
4. Soal apakah Nabi saw memiliki harta yang harus diwariskan kepada keluarganya, atau tidak?
Silahkan undang teman2 anda, kemudian klik disisi:
http://www.facebook.com/group.php?gid=55699992009