cerpen I
Posted in Sastra Masta on October 4, 2006 by rile/********************************************/
B A S K E T by Ikhwan Izzuddin
/********************************************/
Seksi 1: Persahabatan
Keringatku seakan tak ada habisnya keluar, kaos olahragakupun tak ubahnya seperti basah habis dicuci, kuluruskan kakiku sambil bernapas teratur. Sementara sahabut-sahabatku yang lain hampir sama kondisinya dengan ku, hanya andik yang masih kelihatan segar. “Ndik, kipasin aku donk” celetuk Henry ”aku pijitin ndik, capek …” timpal Ali “emang mo dibayar berapa? Ini gantinya kipas sama pijatannya” Jawab andik dengan sabar sambil menyodorkan sebotol minuman Udara segar pagi hari ini cukup menyehatkan untuk latihan basket bersama. Ini adalah latihan menjelang kompetisi piala Rektor yang dimulai senin besok. kami cukup konsisten dalam mempersiapkan kejuaran ini. Tim kami tergolong kuat dan kompak. Dengan kemampuan ajie yang lincah dan cepat dalam memdribblingbola serrta keahliannya dalam melakukan lay up menjadi senjata ampuh. Henry dengan kemampuan spesialis tembakan tiga angkanya bisa menjadi mesin gol yang tangguh. Ali si jenius yang memiliki keahlian gerakan tipuan menjadi ujung tombak dalam merobek pertahanan lawan. Dan si Bram, yang dijuluki si “Gorila” seperti dalam kartun jepang slam dunk karena memang memiliki postur yang besar sehingga cocok untuk defense dan sebagai center. Kalo aku, sebisanya memasukkan bola dan biasa menempati posisi shooting guard. Sementara andik yang memiliki kecerdasan tinggi dalam menganalisa pemain seringkali menjadi koordinator lapangan yang sangat jitu dan dia cukup disegani dalam tim. “Ayo bram, three point shoot” teriakku menyemangati bram yang sedang melatih three point shootnya. Dengan gaya seperti pemain NBA, dia melonjat tinggi dan melepaskan tembakannya dan … ups?@#$ “Wah si gori kurang makan pisaaang….ha ha ha” teriak henry sambil tertawa lebar melihat tembakan bram yang tidak sampai pada sasaran. “lihat gayaku … ” sambil berlari dari pinggir lapangan dengan membawa bola dan tepat pada garis, henry dengan lompatan yang cantik seakan berhenti diudara melepaskan tembakannya dan …. bola pun tidak masuk “wah henry kayaknya sengaja tidak memasukkan bola” batinku, karena dengan lompatan, posisi dan cara shootnya mestinya bola bisa masuk dengan indah, barangkali saja biar si gori tidak tersinggung. latihan itu berakhir diwarung STMJ dengan andik sebagai bos-nya dengan tetap canda dan tawa yang menghiasi persahabatan kami.

