Salah satu itu, oh…..

         Ah…… manis sekali anak ini, sepertinya aku kenal dengan dia, sepertinya aku dekat dengan dia, ah….., tak taulah, yang jelas anak yang duduk di depanku ini benar-benar memecah konsentrasi dan membuatku berkali – kali menunduk dan ber-istighfar. Akhirnya aku menulis ini pada note  ku untuk mengalihkan perhatianku agar tak terus tertuju padanya.

Ah……. hari ini memang berat, terlalu banyak godaan hari ini. Di Seminar Komunikasi gawe BEM ITS ini <Communication and Public Relation Seminar 2007>, memang selain banyak anak Unair juga banyak anak ITS nya, terutama akhwatnya🙂. Sesekali kuperhatikan anak itu, padahal materi terakhir ini termasuk materi berat yang membutuhkan penyadaran dan konsentrasi. Namun semuanya pecah karena dia, aku benar-benar penasaran ingin tau siapa dia, meskipun, dalam hatiku aku berkata “ah, paling ini hanya ilusi, hanya perasaan sesaat”, kemudian aku tundukkan kepalau lagi dan ber-istighfar lagi. Akhirnya aku tekad untuk langsung pulang sebelum acara berakhir, karena terbesit niatan dalam hati untuk bertanya siapa dia.

Dalam perjalanan pulang, yang sudah mendekati maghrib, aku ceritakan apa yang aku barusan alami itu ke temanku Si Sonar (Sunaryo :D) — julukan baru dariku —. EH, ternyata gak hanya aku yang merhatikan dia tadi, ternyata si Sonar bilang “Ealah, lha kamu gak bilang tadi, soalnya aku juga memperhatikan dia…….”. Weleh weleh, ternyata sonar juga memperhatikan, aku gak liat kalo si sonar memperhatikan dia, karena aku liat mata si sonar gak sekali pun tertuju ke benda lain selain pembicara di depan. Mungkin ada yang salah juga dari pelatihan tadi, pandangan laki-laki biasa fokus pada satu arah dan pandangan perempuan itu multi channel/ lebih luas. Tenyata si sonar, ngelirik pun kagak, tapi dia bisa liat. ha ha ha…. akhirnya kita berdua saling curhat….

Aku jadi teringat kasusku beberapa tahun yang lalu, saat aku di sidang beberapa rekan, karena aku melanggar etika, yah masih mending di sidang di dunia dan segera bisa memperbaiki diri, dari pada di sidang di akhirat. Hal ini juga mengingatkanku akan sebuah pesan yang pernah masuk ke HP ku beberapa waktu lalu sebelum aku akhirnya di sidang, yang tertulis “Godaan terberat kita adalah Harta, Tahta dan WANITA”. Kurang lebih seperti itulah isi pesan yang akhirnya bisa membuat ku menangis. Terimakasih Mbak. Semoga aku nggak terjebak buat yang kedua kalinya.

About rile

lazy cat

Posted on March 10, 2007, in Hikmah & Inspirasi. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. being judged with some friends? hehehe, you remind me about one of my cousin favourite snacks, SUKRO!:mrgreen: . well, this writing just also remind me about lecture of Strategic planning at the last meet, about PDCA, abrefation of Planning-Do-Check and Action.
    All things that we are planning to do need our responsibity and have each own risk, every mistakes which we have made will emerge some consequences. that why we need to recheck, do things which we have done still go on with what we had already planned? If there are some deviations, we need to do action on them so THE SHOW WILL GO ON!!!!

  2. sonar😯 !! arghhhhhhh:mrgreen:. lagi mudheng

  3. mosok baru mudheng, lha wong sudah jelas gitu loh….. Sunaryo = Sonar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: