Category Archives: Hikmah & Inspirasi

Keliling Dunia?

Kakak : “Apa cita cita kamu Dek?”

Adek : “Keliling dunia!”

Kakak : “Ngapain keliling dunia?”

Adek : “mnurut kakak, knp Tuhan susah payah bikin dunia seluas dan secantik ini kalo bukan buat dikelilingi?”

Kakak : “Baiklah adekku, aku akan menjelaskannya padamu, semoga engkau tidak merasa bosan”

1. Tuhan tidak merasa susah payah dalam menciptakan dunia yang seluas dan secantik ini, begitu mudah bagi Tuhan menciptakan sesuatu, “kun faya kun”.

2. Tuhan menciptakan dunia seluas dan secantik ini salah satunya memang agar dikelilingi oleh manusia. Tapi dengan berbagai tujuan, diantara tujuannya adalah agar manusia banyak bersyukur kepada sang Pencipta dan agar perjalanan itu menjadi sebuah pelajaran agar manusia tidak ingkar, dan kembali ke jalan yang benar.

{Dan, mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau.”} (QS. Ali ‘Imran: 191)

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. 3:137)

Katakanlah:”Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.” (QS. 27:69)

Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan.Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata.Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. (QS. 30:9)

Menulis lagi

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis lagi, selain menulis program tentunya, baik di blog maupun tulisan-tulisan catatan pribadi. Bahkan hingga berkali-kali teman saya menagih tulisan dari saya yang rencananya akan dibuat sebagai sebuah buku, dimana buku tersebut merupakan kumpulan tulisan dari sebuah komunitas yang saya ikuti.

Saya akui setelah sekian lama meninggalkan dunia kampus, rasanya mati inspirasi. Itu juga yang saya jadikan alasan untuk teman saya bahwa saya sedang mati inspirasi, tidak banyak bergaul dengan dunia luar, sehari-hari hanya di kantor, bertatap muka dengan layar monitor kemudian memulai pekerjaan atau sekedar browsing, bahkan sekedar baca bukupun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk selesai.

Padahal, bagi saya pribadi, menulis merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk lebih maju, dalam artian menulis bisa saya manfaatkan untuk belajar, untuk mengevaluasi sesuatu, untuk sharing info, untuk melepaskan kejenuhan-kejenuhan rutinitas dan lain sebagainya.

Selain itu, dari informasi yang saya dapatkan, menulis juga mampu meringankan gejala asma dan rheumatoid arthritis, bisa membuat kita menjadi layaknya pakar pada sebuah keahlian , dan banyak manfaat lainnya, bisa anda lihat pada links berikut ini.

Mengapa kita menulis?

9 Manfaat Menulis Diari Sebagai Terapi Kesuksesan

7 Kedasyatan menulis

Demikian awalan saya agar termotivasi kembali untuk menulis. Semoga Anda juga.!

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis lagi, selain menulis program tentunya, baik di blog maupun tulisan-tulisan catatan pribadi. Bahkan hingga berkali-kali teman saya menagih tulisan dari saya yang rencananya akan dibuat sebagai sebuah buku, dimana buku tersebut merupakan kumpulan tulisan dari sebuah komunitas yang saya ikuti.

Tersenyumlah Dengan Hatimu

(cerita dari seorang mahasiswi di Jerman)

———————————————————————————————————————————-
Saya adalah ibu dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil  adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah. Read the rest of this entry

Disposisi Sendi Mandibula II

Masih ingat postingan saya tentang disposisi sendi mandibula bagian pertamanya? Kali ini saya mengalami bagian kedua-nya. Pagi ini, minggu, 7 Desember 2008, seusai sholat subuh saya internetan sebentar, lalu mulai ngantuk lagi trus akhirnya tiduran di kursi. Bangun tidur saya tingak tinguk sudah jam 7 pagi, maunya sich nyetel TV. Tiba tiba……… ya … tiba tiba, Read the rest of this entry

My New Habitat II

Melanjutkan postingan saya sebelumnya, berikut ini ada beberapa foto yang menggambarkan sudut lain Balicamp HeadQuarter.

image055

kolam renang nya balicamp…….

image052

foto diambil dari tempat parkir, pas mau sepak bola ke atas lagi. Sekeliling balicamp yang hijau, berupa lembah bukit.

Foto foto wisata nya temen temen saya, bisa di lihat di

http://www.facebook.com/photos.php?id=1310834338

My New Habitat

Ini adalah tempat baru saya untuk menuangkan kreatifitas dan idealisme (cieehhhhhh, ngomong aja “kerja”), Balicamp Headquarter. Ini beberapa foto-foto hasil jepretan kamera HaPe dan  googling.

image0101

Kolam ikan di pintu depan

image0151

tangga yang gak tau buat apa

bersambung……….

Indikator Kebahagiaan Dunia

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.

Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.

Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
“Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi.

Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!
Read the rest of this entry

Menikmati hidup dan pekerjaan

Thomas Alva Edison, penemu yang sangat produktif, pernah ditanya,

”Anda, begitu sibuknya bekerja. Apakah Anda tidak merasa lelah?”

Dengan mimik keheranan, Edison menjawab, ”

Anda kira saya bekerja? Saya tidak pernah bekerja sedetikpun. Yang saya lakukan adalah keasyikan dan keasyikan”.

Thomas Edison tak pernah merasa bekerja padahal ia memang bekerja. Perasaan asyik dan nikmat yang membuat ia merasa tak pernah bekerja seumur hidupnya. Ia bekerja karena motivasi dalam dirinya yang kuat, sehingga lebih tahu apa manfaat dan kepuasan yang akan didapatkan dari melakukan suatu pekerjaan. Hal ini membuatnya lebih mempunyai rasa memiliki terhadap pekerjaan itu. Rasa ’terlibat’ ini membuat Edison merasa asyik dengan pekerjaannya.

Kita juga dapat melakukan hal itu jika mau. Yakni dengan cara memotivasi diri sendiri untuk bekerja. Dengan memotivasi diri, kita akan dapat ’tenggelam’ menikmati pekerjaan yang kita lakukan. Dan karena umumnya, waktu kita digunakan untuk bekerja, maka orang yang dapat menikmati pekerjaan juga akan lebih dapat menikmati hidup.

Sumber: Buku ”Burn Yourself”

karya Satria Hadi Lubis

1 Mei

sudah libur selama lebih dari 1 bulan……………………….

istirahat dulu……………………….

belum punya markas yang baru…………………………..

hujan………………………… di 1 mei………………………………………..

750 ribu untuk tersenyum

“Gunakanlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara:1.  masa mudamu sebelum tua, 2.  masa sehatmu sebelum sakit, 3. masa lapangmu sebelum sibuk, 4. masa beradamu (kaya) sebelum jatuh miskin dan 5. masa hidupmu sebelum mati.”(Hadith Riwayat Muslim dan Tirmizi dari Amru bin Maimun r.a.)

Hadis Nabi tentang “lima perkara sebelum lima perkara” itu maksudnya adalah supaya kita mempergunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya, sebelum hilangnya kesempatan tersebut.

Lima perkara tersebut adalah sebagai berikut:

  1. “Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu”. Masa muda hendaklah dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan, kesuksesan, dan keberhasilan, karena masa mudalah kita mempunyai ambisi, keinginan dan cita-cita yang ingin kita raih, bukan berarti masa tua mneghalangi kita untuk tetap berusaha mencapai keinginan kita, tapi tentulah usaha masa tua akan berbeda halnya dengan usaha saat kita masih muda. Maka dari itu masa muda hendaklah diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat hingga tidak menyesal di kemudian hari.
  2. “Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu”. Disini kita dianjurkan untuk menghargai waktu, agar bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, menengok saudara ketika ada kesempatan sebelum kesibukan menghampiri kita, hingga tidak sempat lagi untuk sekedar mengunjungi kerabat.
  3. “Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu”. Hal ini juga anjuran agar kita senantiasa waspada pada segala kemungkinan yang sifatnya diluar prediksi manusia, seperti halnya sakit. Sakit disini bukan sebatas sakit jasmani, tapi juga sakit rohani. Maka ketika kita sehat jasmani-rohani, hendaknya kita senantiasa mempergukannya untuk hal-hal yang bermanfaat tanpa mengulur-ngulur waktu.
  4. “Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu”. Tidak terlalu jauh berbeda dari penjelasan di atas, ketika kekayaan ada pada kita, baik itu berupa materi atau lainnya, maka hendaknya kita memanfaatkannya sebaik-baiknya, jangan menghambur-hamburkan.
  5. “Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu”. Yang terakhir ini merupakan cakupan dari empat hal diatas. Ketika kita diberi kehidupan maka hidup yang diberikan pada kita itu sebenarnya merupakan kesempatan yang tiada duanya. Karena kesempatan hidup tidak akan datang untuk kedua kalinya. Kehidupan harus dijalani sesuai tuntutan kemaslahatannya.

Lima hal itu merupakan inti misi dan visi hidup manusia, karena kunci kesuksesan itu terletak pada bagaimana kita “mempergunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya”. Mempergunakan kesempatan adalah bentuk pasrah pada upaya & usaha, bukan pada hasil. Prinsip pasrah pada upaya & usaha akan membentuk jiwa yang teguh, tegar, kuat, dan tidak mudah putus asa. Bila suatu saat upaya kita belum menghasilkan target yang kita harapkan, maka kita tidak lantas putus asa, karena kewajiban kita adalah berupaya. Berupaya dan berupaya.

 sumber artikel di atas : http://www.pesantrenvirtual.com

Nah, mengenai point nomer 3 itu, pastinya kita juga sering mengalaminya khan!? saya sendiri baru kemarin sore mengalami dan tersadarkan kembali akan pentingnya masa sehat kita sebelum datangnya masa sakit yang kita sendiri tidak bisa menentukan kapan datangnya. Termasuk ke empat point yang lain, kita tidak tau kapan datangnya. Sesuai judul di atas, kemarin sore saya mengalami yang namanya “disposisi sendi mandibula” yaitu gejala dimana rahang bawah keseleo pada saat mulut membuka, jadinya gak kembali ato istilah jawanya gak bisa mingkem. Saya gak kepikiran ke rumah sakit terdekat, karena kebetulan ada klinik bedah terdekat, langsung saja saya kesitu, tidak lebih dari 2 jam- yang lama nunggu dokternya- saya sudah bisa kembali tersenyum kembali, dengan harga yang harus dibayarkan 750 ribu. Begitu berharganya masa 5 kita sebelum datang 5 masa yang lain. Jadi, pergunakan waktu kita dengan baik, setiap langkah gerak, hembusan nafas, persembahakan yang terbaik untuk mendapatkan ridlo Allah.